presentasi pojok informasi TRTB part 2
Part 2 ini baru sempat aku tulis. Jam 10 sudah berlalu, tapi si bos tak kunjung datang. Aku putuskan untuk menunggu bos di musholah dengan angga, musholah itu tepat dekat dengan dinas perumahan dan permukiman. Di teras musholah itu aku sempatkan untuk berfoto. wkwkwkwk.
Tak lama kemudian muncul suara "sudah ganteng tuh bang, keren kale ah". Seorang bocah itu tiba-tiba saja muncul dan mendekati kami. Membawa plastik berwarna hitam yang berisikan semir sepatu dan kiwi. Bang semir bang, semir la bang. Tapi aku pakai sepatu sport bukan sepatu pansus. Bocah tersebut duduk berada di dekatku dan menunggu pengunjung mushola untuk menawarkan jasanya. Duh kecil-kecil udah kerja cari duit. Penasaran, akhirnya ku bertanya kepada bocah tersebut "kenapa tidak sekolah" ? Saya sekolah masuk sore bang. Tak lama kemudian datanglah seorang bocah lagi dan bertanya kepadanya. Udah dapat berapa au hari ini? Baru dapat 20 ribu. Melihat dua bocah tersebut akrab saling berbicara aku teringat waktu aku kecil.
Sudah jam 10:30 si bos tak kunjung tiba. Sms sudah terkirim ke hp si bos, tapi telpon tak diangkat. Akhirnya aku ambil inisiatif untuk presentasi berdua dengan angga. Sampainya di ruang rapat, kami tak diberi izin untuk presentasi. Ya, harus ada si bos untuk melakukan presentasi. Akhirnya menunggu hingga si bos tiba.
Tak lama kemudian muncul suara "sudah ganteng tuh bang, keren kale ah". Seorang bocah itu tiba-tiba saja muncul dan mendekati kami. Membawa plastik berwarna hitam yang berisikan semir sepatu dan kiwi. Bang semir bang, semir la bang. Tapi aku pakai sepatu sport bukan sepatu pansus. Bocah tersebut duduk berada di dekatku dan menunggu pengunjung mushola untuk menawarkan jasanya. Duh kecil-kecil udah kerja cari duit. Penasaran, akhirnya ku bertanya kepada bocah tersebut "kenapa tidak sekolah" ? Saya sekolah masuk sore bang. Tak lama kemudian datanglah seorang bocah lagi dan bertanya kepadanya. Udah dapat berapa au hari ini? Baru dapat 20 ribu. Melihat dua bocah tersebut akrab saling berbicara aku teringat waktu aku kecil.
Sudah jam 10:30 si bos tak kunjung tiba. Sms sudah terkirim ke hp si bos, tapi telpon tak diangkat. Akhirnya aku ambil inisiatif untuk presentasi berdua dengan angga. Sampainya di ruang rapat, kami tak diberi izin untuk presentasi. Ya, harus ada si bos untuk melakukan presentasi. Akhirnya menunggu hingga si bos tiba.
Komentar
Posting Komentar
KOmentar yang berbobot ya